DAMPAK POSITIF TEKNOLOGI BAGI PENGEMBANGAN MATERI BIMBINGAN DAN KONSELING
Oktavia Janatul Makwa [14.0301.0009]
Lasi
Rohani [14.0301.0085]
Program StudiBimbingan
Konseling, FakultasKeguruan Dan Ilmu Kependidikan,
Universitas Muhammadiyah Magelang
Abstrak
Pengaruh positif teknologi dan informasi dalam bimbingan dan konseling
diharapkan akan memberikan kontribusi dalam pembentukan karakter siswa yang
sesuai dengan visi dan misi sekolah, bangsa dan negara Indonesia. Dengan menggunakan
kecanggihan teknologi materi akan
mudah di sampaikan dan program layanan
bimbingan dan konseling akan mudah diterima oleh siswa. Pemanfaatan
kecanggihan teknologi dalam bimbingan dan konseling bisa dilakukan pada saat
pemberian layanan orientasi, layanan
informasi, penempatan dan penyaluran, layanan penguasaan konten, konseling individual, bimbingan kelompok,
konseling kelompok, layanan konsultasi dan
layanan mediasi. Selain dampak positif seperti tersebut diatas, kemajuan dan perkembangan teknologi informasi juga berdampak
negatif pada prestasi dan minat belajar peserta didik. Metode yang bisa
digunakan oleh guru BK dalam pelayanannya, bisa dengan cara memaparkan materi
dengan bantuan layar monitor & LCD, selain itu pemanfaatan handphone dan
internet juga sangat membantu dalam proses layanan bimbingan dan konseling.
Komunikasi yang terjalin baik antara pihak sekolah, keluarga dan siswa akan
menghindarkan terjadinya penyalah gunaan kemajuan teknologi dan informasi.
Kata kunci : teknologi dan informasi , bimbingan
dan konseling.
1.
Pendahuluan
a.
Latar belakang masalah
Secara sederhana teknologi informasi dapat dikatakan sebagai ilmu yang
diperlukan untuk mengelola informasi agar informasi tersebut dapat dicari
dengan mudah dan akurat. Isi dari ilmu tersebut dapat berupa teknik-teknik dan
prosedur untuk menyimpan informasi secara efisien dan efektif. Informasi dapat
dikatakan sebagai data yang telah diolah. Informasi dapat berupa tulisan,
suara, gambar, sehingga informasi dapat berupa ilmu dan pengetahuan itu
sendiri.
Perkembangan dari sistem tegnologi
informasi ( STI) menyebabkan juga perubahan dari materi pengajaran sistem
tegnologi informasi (STI) ini. Materi
pengajaran dari sistem tegnologi informasi (STI) sekarang ini semakin luas.
Perkembangan dari sistem tegnologi
informasi (STI) ini juga mau tidak mau menyebabkan perubahan-perubahan peran
dari sistem tegnologi informasi (STI) itu sendiri, mulai dari perannya membantu
operasi organisasi menjadi lebih efisien sampai ke perannya sebagai alat
memenangkan kompetisi. Perkembangan ini juga menyebabkan perubahan-perubahan
peran manajer di dalam organisasi.
b.
Rumusan masalah
Pada makalah ini akan dibahas tentang :
a.
Pengertian teknologi dan informasi
b.
Pengertian bimbingan dan konseling
c.
Pengaruh teknologi dan informasi terhadap materi
pengembangan bimbingan dan konseling di SMK.
c.
Manfaat penelitian
Diharapkan dengan penelitian ini akan bisa memberikan kontribusi bagi para
konselor atau guru Bimbingan dan Konseling dalam pembentukan karakter siswa yang
sesuai dengan visi dan misi sekolah, bangsa dan negara indonesia.
d.
Tujuan penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknologi dan informasi
bagi pelayanan bimbingan dan konseling di SMK.
e.
Metode penelitian
Pada makalah ini, pengumpulan data menggunakan metode penelitian dengan
teknik observasi . Teknik ini dijalankan dengan menggunakan pengamatan terhadap
objek dengan menggunakan panca indra. Kunci observasi ada pada kemampuan panca
indera untuk mengamati apa yang menjadi perhatian kita. Penggunaan teknik
observasi sangat banyak digunakan, karena dengan observasi dapat diketahui dan
diteliti perkembangan gejala-gejala alam termasuk manusia. Teknik ini digunakan
untuk mencermati permasalahan yang menarik perhatian, tanpa teknik ini peneliti
akan banyak menemukan kesulitan.
Sebagai teknik pendukung observasi, wawancara juga memegang peranan penting
dalam pengungkapan masalah. Dengan diawalin oleh pendekatan dari hati ke hati,
dimungkinkan terbukanya informasi tentang apa yang menjadi fokus. Pihak yang
diwawancarai akan dengan senang hati memberikan informasi yang diinginkan.
2.
Teori-teori
Menurut Everett M. Rogers (1986) dalam
Communication Technology menyatakan bahwa teknologi biasanya memiliki dua
aspek, yaitu perangkat keras (objek materi dan sifatnya), dan aspek perangkat
lunak (dasar informasi untuk menggerakkan perangkat keras itu). Sedangkan
batasan mengenai teknologi informasi itu, Rogers menyatakan:
"Teknologi informasi adalah perangkat keras bersifat
organisatoris, dan meneruskan nilai-nilai sosial dengan siapa individu atau
khalayak mengumpulkan, memproses, dan salingmempertukarkan informasi dengan
individu atau khalayak lain.[1]
Menurut Frank
w. Miller dalam bukunya Guidance, Principle and services (1968), mengemukakan
definisi bimbingan sebagai berikut (terjemahan) : “bimbingan adalah proses
bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri dan pengarahan diri
yang dibutuhkan bagi penyesuaian diris secara baik dan maksimum di sekolah,
keluarga dan masyarakat.” [2]
Menurut Glen E. Smith (1955), mendefinisikan
konseling yakni: ‘suatu proses dimana konselor membantu konseli (klien) agar ia
dapat memahami dan menafsirkan fakta-fakta yang berhubungan dengan pemilihan,
perencanaan dan penyesuaian diri sesuai dengan kebutuhan individu.” [3]
wilis,sofyan., konseling individual teori dan
praktrek.,bandung:alfabeta.2013.
bimbingan dan
konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, berkenaan dengan
pengembangan kndisi kehidupan efektif sehari-hari (KES) dan penanganan kondisi
kehidupan efektif sehari-hari yang terganggu (KES_T), baik secara perorangan
maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal,dalam bidang
pegembangan kehidupanpribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan
perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan
norma-norma yang berlaku.[4]

Gambar 1. Bimbingan klasikal di kelas

Gambar 2. LCD
proyektor sebagai media
Gambar
3. Layar untuk tampilan LCD
Gambar 4. Presentasi
siswa menggunakan LCD proyektor
3.
Pembahasan
Pada
makalah ini disampaikan tentang perkembangan teknologi dan informasi yang
sangat pesat di indonesia. Hal ini memberikan banyak dampak. Baik dampak
positif dan dampak negatif di dunia pendidikan. Dampak positif yang penulis
amati adalah pengembangan materi bimbingan dan konseling menggunakan kemajuan
teknologi dn informasi. Dengan menggunakan bantuan teknologi yang ada seperti
laptop, komputer, LCD, internet dan alat-alat elektronik lainnya, pemberian
program layanan bimbingan dan konseling akan dengan mudah disampaikan kepada
siswa atau konseli. Pemberian layanan dengan menggunakan bantuan media baik
secara audio maupun visual diharapkan akan bisa melekat pada ingatan siswa.
Sehingga akan tercapai tujuan pemberian layanan tersebut. Sebagian besar
layanan pada bimbingan dan konseling
menggunakan kecanggihan teknologi dan informasi seperti: layanan
orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, layanan penguasaan konten,
konseling individual, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan layanan mediasi. Di sisi lain, penggunaan
teknologi dan informasi juga mempunya dampak negatif bagi minat belajar dan prestasi siswa. Hal ini dikarenakan,
siswa akan dengan mudah mengakses berbagai materi dari internet, tetapi tidak
mau mencari referensi dari sumber lain seperti dari buku.
4. Penutup
Kemajuan teknologi
dan informasi membawa banyak pengaruhpagi dunia pendidikan. Apabila kita
mengunakan dengan bijaksana, tentunya banyak hal positif yang bisa dilakukan
dan di selesaikan dengan pemanfaatan TI tersebut.
DaftarPustaka:
|
[1]
|
Suyanto, 2003,Multimediauntukmeningkatkankeunggulanbersaing; yogyakarta, Andi.
|
|
[2]
|
Jogiyanto, 2003,Sistem tegnologiinformasi:
yogyakarta, andi .
|
|
[3]
|
Siregar, dan, amir, 2010, potret
manajement Media di indonesia: yogyakarta, Total media.
|
|
[4]
|
Wilis,sofyan,2013, konseling individual teori dan praktek:Bandung, alfabeta.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar